Kasus Temuan HIV / AIDS Masih Belum Tuntas

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Dinas Kesehatan Berau mencatat 2 kasus temuan HIV / AIDS di Kabupaten Berau sampai dengan akhir Maret lalu. Sementara, peningkatan kasus tercatat sebanyak 26 kasus pada tahun lalu yang mayoritas berasal dari tempat hiburan malam (THM).

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, capaian kasus orang terindikasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan terpapar  Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Berau diukur dari jumlah pasien yang melakukan konsultasi ke rumah sakit melalui Voluntary Counseling Testing (VCT).

"Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya dimana pada tahun 2020 tercatat 17 kasus, artinya pada tahun lalu bertambah 9 kasus. Sementara, tahun ini ada kecenderungan meningkat karena HIV / AIDS ini harus ada kesadaran dari yang bersangkutan untuk melakukan konsul VCT secara sukarela dan bertahap," ucapnya, (25/4/22).

"Kasus HIV sendiri sebenarnya sudah banyak di Berau dan tiap tahun naik turun. Untuk paling terpatnya kami mendapatkan data updatenya 2 tahun yang lau," katanya.

Dinas Kesehatan juga mencatat temuan kasus paling parah terjadi di tahun 2019 dimana kasus mencapai 78 orang dan didominasi oleh pria. Dirinya pun menyebut, klaster tempat hiburan malam (THM) menjadi klaster yang dominan dalam menyumbang penyakit berbahaya itu. Pasalnya, hubungan seksual disebut menjadi penyebab utama penularan tercepat penyakit tersebut.

"Paling banyak penularan kasus melalui hubungan seksual. Tidak hanya hubungan seksual antara pria dan wanita saja, melainkan ada juga hubungan seksual antara sesama jenis dan itu sangat besar," terangnya.

Ia juga mengatakan, penularan HIV / AIDS bisa melalui hubungan kontak tubuh saat orang memiliki luka dan kemudian masuk melalui darah.

"Misalnya, orang berciuman dan ada luka di bibir penderitanya atau sariawan. Itu juga bisa menjadi penyebab penularan," ungkapnya.

Penularan lainnya, ialah penggunaan jarum suntik secara bergantian dari tubuh orang lain juga menjadi pemicu penularan tersebut. Biasanya, penularan terjadi pada pemakai narkotika atau obat-obatan terlarang yang menggunakan jarum suntik secara bergantian.

"Itu sangat memungkinkan, bisa juga melalui alat tajam lainnya yang berpotensi menimbulkan luka dan dipakai secara bergantian, seperti silet cukur yang digunakan bergantian apabila menimbulkan luka maka penularan HIV dapat terjadi," pungkasnya.(sep)